JAKARTA, MP - Banyak usaha yang dilakukan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara (Pemkot Jakut) dalam melakukan promosi 12 destinasi wisata pesisir. Namun sayang, upaya mengembangkan wisata pesisir itu masih terganjal infrakstruktur.
Memang, langkah yang diambil Pemkot Jakut dengan memasang spanduk banner di setiap kantor kecamatan, kelurahan, dan pintu masuk atau keluar tol di kawasan Jakut, termasuk mengajak masyarakat turut serta menyosialisasikan, cukup efektif. “Tapi masih banyak kendala, khususnya infrastruktur pendukung yang masih sangat kurang. Namun, kami tetap optimis dengan kekurangan yang ada itu, mampu melakukan promosi dengan mengajak masyarakat dan stakeholder yang ada di Jakut," kata Bambang Sugiyono, Walikota Jakut, Jumat (6/11).
Diakuinya, infrastruktur pendukung yang masih kurang seperti akses jalan, drainase, dan pertamanan. Seperti Masjid Luar Batang. Lokasi ini sangat diminati wisatawan untuk berziarah. Namun, kondisi jalan menuju ke sana masih minim. Selain jalan yang sempit, masih harus berputar-putar melintasi perkampungan penduduk untuk bisa sampai ke tujuan. “Belum lagi jalan menuju ke rumah Si Pitung di Marunda. Pengunjung terpaksa harus berjalan kaki. Juga kondisi Gereja Tugu, masih jauh dari yang diharapkan sebagai obyek tujuan wisata,” kata mantan Kepala Bakesbang DKI ini.
Padahal, sambung Bambang, jika 12 destinasi objek wisata pesisir ini bisa berjalan sesuai harapan, dapat mendongkrak potensi ekonomi warga yang ada di 12 destinasi tersebut. “Mereka bisa berjualan makanan, minuman, dan souvenir,” tambahnya.
Untuk memperbaiki infrastruktur itu, ungkap Bambang, Pemkot Jakut memperoleh kucuran dana Rp25 miliar yang ditujukan untuk memperbaiki jalan, drainase, dan taman. “Anggaran sebesar itu sebenarnya masih sangat jauh dari harapan. Namun kita tetap optimis mengembangkannya secara simultan dan kami juga menggandeng setiap potensi yang ada di Jakut, termasuk masyarakat,” jelasnya.
Rumah si Pitung, misalnya, rencananya Pemkot Jakut akan menambah ornamen maupun barang-barang yang berhubungan dengan sang legendaris jawara Betawi ini. Apalagi, selama ini pengunjung mengeluh ketika datang ke lokasi, ternyata rumah panggung si Putung masih kosong melompong. “Kita juga meminta peran serta masyarakat sekitar untuk menggelar kegiatan-kegiatan. Dan saat ini sedang kita galakkan padepokan silat dengan mengajak pemuda Marunda,” ungkapnya.
Selain itu, Pemkot Jakut juga akan mendirikan kantor sekretariat 12 destinasi wisata pesisir di daerah Sundakelapa yang juga salah satu destinasi. “Di sana, rencananya akan digelar seni budaya etnis yang ada di Jakut secara terjadwal. Dengan adanya event itu diharapkan bisa menarik wisatawan nusantara dan mancanegara,” tandas Bambang.
Sekadar diketahui, 12 destinasi di Jakut tersebut meliputi Pelabuhan Sundakelapa, Masjid dan Makam Luar Batang, Central Grosir Manggadua, Taman Margasatwa Muaraangke, Central Perikanan Muaraangke, Taman Impian Jaya Ancol, Olahraga Air Bahtera Jaya, Stasiun KA Tanjungpriok, Masjid Jakarta Islamic Center, Kampung Tugu (Gereja Tugu), Museum Bahari, dan Mal Kelapagading. (red/*bj)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar